SOEWARKOJIDAG
ANAK GULAT BREBES (JIDAG BREBES)
Rabu, 10 Januari 2024
Senam Lantai Roll Depan / Guling Depan
Kamis, 19 Januari 2023
04 Februari 2023 Untuk KONI Brebes 2023 - 2027
Hasil rapat Team 5 /Penjaringan Bakal calon ketua umum KONI Kabupaten Brebes Masa Bakti 2023-2027
Tahapan ² penjaringan Bakal calon Ketua KONI per 2023-2027
✅19-24Januari 2023
Pembentukan panitia musorkab
✅19 - 24 Januari 2023
Sosialisasi Media, kecabangan
- mengundang pers
- mengundnag kecabangan olahraga 35 cabor dan 1 esport ( pemantau ) dsb
✅25-28 Januari 2023 pendaftaran bakal calon ketua umum KONI dan
batas Pengambilan formulir bakal calon ketua umum KONI 2023-2027 serta
pengembalian formulir bakal calon ketua umum KONI 2023-2027
✅30-31 Januari 2023
Verifikasi persiapan bakal calon ketua umum KONI 2023-2027
persyaratan bakal calon mengikat sesuai aturan AD/ART KONI
@ Form A . Dukungan cabor Klik disini untuk mendownload
@Form B. Kesiapan dicalonkan Klik disini untuk mendownload
@ Form C. Penyampaian Visi Misi Calon Ketua Umum Klik disini untuk mendownload
@ Form D. Kesedian Mematuhi AD / ART KONI Klik disini untuk mendownload
✅surat dukungan cabor dengan disertai tanda tangan ketua cabang olah raga
✅01 Februari 2023
Penetapan bakal calon Ketua umum KONI 2023-2027
✅Pengecekan berkas penetapan bakal calon ketua umum KONI 2023-2027, beserta Visi dan Misi
✅3 Februari 2023
Penyampaian Hasil Penjaringan bakal calon ketua umum KONI per 2023-2027
✅04 Februari 2023
Pelaksanaan Musorkab KONI 2023
Untuk peserta dari cabang Olahraga wajib membawa surat mandat yang ditandatangani oleh ketua Cabor dan sekretaris Cabor Contoh surat Mandat Cabor klik disini untuk mendownload
Pelaksanaan MUSORKAB di Gedung KPT Kab. Brebes.
Sosialisasi dengan MediaSabtu, 14 Januari 2023
Penjaringan dan Penyaringan Ketum KONI Brebes
Assalamu'alaikum wr wb..
Salam sejahtera bagi kita semua
Shalom damai
Om swastyastu
Namo buddhaya
Salam kebajikan..
Ijin kami a.n Tim 5 / Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua Umum KONI Kab.Brebes masa Bakti 2023 - 2027, menyampaikan apresiasi yg setinggi-tinggi dan ucapan terima kasih kepada PENGCAB CABOR anggota KONI Kab. Brebes masa bakti 2019-2023 yang telah meluangkan waktu, pikiran dan tenaga untuk mensukseskan Program Kerja KONI Kab. Brebes hingga masa akhir periode. Mohon maaf juga bila kami ada kekurangan dan banyak melakukan kesalahan baik yang disengaja maupun tidak. Kedepan semoga kita dapat bersama - sama mensukseskan acara *MUSORKAB KONI Kab.Brebes Tahun 2023* untuk Kepengurusan masa bakti 2023 - 2027.
Di buka seluas - luas nya untuk para bakal calon Ketua Umum KONI Kab. Brebes. Yang mempunyai dedikasi yang kuat untuk memajukan Prestasi Olahraga di Kabupaten Brebes.
Kita tunggu info dan kelanjutan dari Tim 5.
PENJARINGAN DAN PENYARINGAN CALON KETUA UMUM KONI KABUPATEN BREBES MASA BAKTI 2023 - 2027.
*Bersambung....
Semoga siapapun yg terpilih sebagai ketua KONI masa bakti 2023 - 2027 akan membawa KONI Brebes lebih baik lagi... Dan prestasi Olahraga di Brebes yang sudah baik akan lebih baik lagi.
Wassalamu'alaikum wr wb..
🙏🙏🙏
Rabu, 18 Mei 2022
Hitungan Kawin
Petungan Jawa babagan Jodoh
Nilai Hari :
Minggu ( 5 )
Senin ( 4 )
Selasa ( 3 )
Rabu ( 7 )
Kamis ( 8 )
Jumat ( 6 )
Sabtu ( 9 )
Nilai Weton :
Pahing ( 9 )
Pon ( 7 )
Wage ( 4 )
Klowon ( 8)
Legi ( 5 )
Dina lan pasaran + sing lanang lan seng wadon, mengko temu pira?.
ITUNGANE : 1). PEGAT 💔
2). RATU. 👰
3). JODOH 💏
4). TAPA ✊
5). TINARI 😍
6). PADU 🙇
7). SUJANAN 😲
8). PESTHI 💑
CONTOH: Senin pahing + Selasa Paing
(4 + 9 = 13.) + (3 + 9 = 12)
( 13 + 12 = 25 ) ketemu PEGAT.
ARTI NE / TEGESE :👇
1. PEGAT :
Yen ketemu #pegat bakal Nemu masalah, mbuh Saka segi Ekonomi, kekuasaan / Selingkuh seng akhir"e isa dadekne PEGATAN.
2. RATU :
Yen tiba #Ratu iki jodoh banget, di ajeni karo tangga teparo LAN Wong liya, akeh wong iri Karo keharmonisane .
3. JODOH :
Yen tiba #Jodoh cocok siji karo sijine, isa Pada" nerima keluwehan lan kekurangane, umah" bakal lancar tekan tua.
4. TAPA :
Yen ketemu #tapa awal" e susah nanging tembe Buri penak, awal"e kerep kenek masalah mbuh saka ekonomi utawa liyane.
Nanging Yen wes due anak lan wes sue anggone umah" bakal Mulya uripe.
5. TINARI :
Yen tiba #Tinari Bakal nemu seneng, penak anggone gulek rejeki lan ora sampek urip kekurangan, penak e Tembung karep nemu beja anggone umah".
6. PADU :
Yen Tiba #padu iki bakal sering tukaran, nanging senajan saben dina tukaran tapi ora sampe pegatan. Mula Anggone umah" meh saben dina tukaran, mbuh kui masalah apa ae.
7. SUJANAN :
Yen tiba #Sujanan iki kerep tukaran lan akeh" masalah selingkuh, mbuh seng wadon / seng Lanang pada due selingkuhan.
8. PESTHI :
Yen tiba #Pesthi iki omah omah bakal rukun, tentrem, adem ayem Sampek tua , senajan Eneng masalah apa ae ora bakal ngrusak keharmonisane.
JUMLAHANE : (golekana ketemu Pira)👇
👉 PEGAT ( 1, 9, 17, 25, 33 )
👉 RATU ( 2 , 10 ,18 ,26, 34 )
👉. JODOH ( 3, 11, 19, 27 ,35 )
👉 TAPA. ( 4, 13, 20, 28, 36 )
👉. TINARI. ( 5, 13, 21, 29 )
👉. PADU. ( 6, 14 ,22, 30 )
👉SUJANAN ( 7, 15, 23, 31 )
👉 PESTHI. ( 8, 16, 24, 32 ).
#sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1889602657880513&id=283197965187665&sfnsn=wiwspwa
Klik disini untuk melihat
Sehat selalu untuk semua.
Rabu, 16 Februari 2022
Hal-hal yang baru dalam UU Keolahragaan yang ditetapkan Olah DPR RI
Hal-hal yang baru dalam UU Keolahragaan yang ditetapkan kemarin oleh DPR RI :
1. pengolahraga diganti jadi peolahraga.
2. Olahraga Rekreasi diganti jadi Olahraga Masyarakat.
3. Olahraga Penyandang Cacat diganti jadi Olahraga Penyandang Disabilitas.
4. Pemeliharaan dan peningkatan kecerdasan masuk tujuan keolahragaan.
5. Menanamkan nilai kompetitif masuk tujuan keolahragaan.
6. Menjaga perdamaian dunia masuk tujuan keolahragaan.
7. Keselamatan, keamanan, keutuhan jasmani rohani dan menjunjung tinggi nilai etika dan estetika dihapus dari prinsip keolahragaan.
8. Kebangsaan, gotong royong, keterpaduan, keberlanjutan, aksesibilitas, akuntabilitas, ketertiban dan kepastian hukum masuk prinsip keolahragaan.
9. Hak Warganegara ditambahi : memperoleh informasi, mengembangkan olahraga berbasis nilai luhur budaya bangsa, partisipasi pengelolaan keolahragaan, meningkatkan prestasi dan mengikuti kejuaraan pada semua tingkatan, memperoleh penghargaan olahraga.
10. Kalimat Olahraga Khusus dihapus.
11. Orangtua berkewajiban menjaga anaknya dari ancaman terhadap keselamatan, kesehatan fisik dan mental akibat latihan yang tidak sesuai dengan taraf tumbuh kembang anak dalam berolahraga.
12. Masyarakat berhak memperoleh pengetahuan dan informasi keolahragaan.
13. Standarisasi keolahragaan tidak lagi menjadi tugas pemerintah baik pusat maupun daerah.
14. Kebijakan keolahragaan mempertimbangkan potensi dan kondisi daerah.
15. Wewenang pemerintah pusat ditambahi penyusunan dan penetapan DBON.
16. Pemda berwenang menetapkan Desain Olahraga Daerah (DOD).
17. Olahraga pendidikan dimulai dari usia dini.
18. Olahraga pendidikan nonformal dilaksanakan dan dibimbing oleh Tutor.
19. Sertifikasi kompetensi instruktur/pemandu olahraga masyarakat.
20. Perkumpulan olahraga masyarakat dapat menerima bantuan APBN dan APBD.
21. Pemerintah dan masyarakat dapat mengembangkan sistem kesejahteraan olahragawan dan tenaga keolahragaan, uji coba kemampuan prestasi olahraga, promosi kualifikasi pelatih dan mengembangkan basis teknologi.
22. Pemerintah mengembangkan olahraga berbasis teknologi digital/elektronik untuk mendorong industri olahraga.
23. Pembina atau penyelenggara kegiatan wajib menyediakan tenaga kesehatan
24. Olahraga Masyarakat merupakan bagian integral dari pembangunan kesehatan.
25. Hanya satu induk organisasi Cabor yang diakui, tidak boleh lebih dari satu organisasi.
26. Pemerintah membantu pendanaan dan memberikan hibah kepada organisasi induk cabor sesuai kemampuan.
27. Pengurus induk organisasi cabor dan KON memiliki kompetensi keolahragaan
28. Komite Paralimpiade Indonesia
29. Organisasi suporter olahraga dibentuk dengan rekomendasi dari klub atau induk cabor.
30. Peralihan olahragawan amatir ke olahragawan profesional tidak harus rekomendasi induk cabor.
31. Tenaga Keolahragaan tidak lagi mendapat jaminan keselamatan.
32. Pemerintah tidak hanya menjamin ketersediaan sarpras olahraga dan ruang terbuka, namun juga mengelola dan memelihara.
33. Jumlah dan jenis prasarana wajib mempertimbangkan pemerataan wilayah termasuk 3T dilengkapi kemudahan akses bagi penyandang disabilitas.
34. Badan usaha bidang pembangunan perumahan dan permukiman yang tidak menyediakan sarana olahraga sebagai fasum yang selanjutnya diserahkan kepada pemerintah sebagai aset, dikenai sanksi.
35. CSR keolahragaan (Sumbangan Badan Usaha)
36. Dana Perwalian Keolahragaan
37. Hibah Pemda kepada KON dicantumkan dengan jelas.
38. Sistem Data Keolahragaan Nasional Terpadu (SDKNT) dalam rangka Satu Data Olahraga (SDO).
39. Industri olahraga berorientasi pengembangan wisata olahraga.
40. Pemerintah bantu pendanaan Organisasi Anti Doping Nasional.
41. Badan Usaha memberikan penghargaan olahraga.
42. Olahragawan dan Pelaku Olahraga diberi perlindungan jaminan sosial.
43. Lembaga Pengawas Mandiri dihapus.
44. Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAOI) dan Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI).
Sumber : Pesan WA Grup
Rabu, 15 September 2021
PJOK CERDAS
*1. PARADIGMA BARU PJOK*
a. Pengertian Pendidikan Jasmani
proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam
kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional
b. Pengertian Pendidikan Olahraga
Pendidikan olahraga adalah pendidikan yang membina peserta didik agar
menguasai cabang-cabang olahraga tertentu
c. Pengertian Pendidikan Kesehatan
endidikan kesehatan adalah suatu proses yang menjembatani kesenjangan
antara informasi dan tingkah laku kesehatan
*tujuan pendidikan kesehatan adalah* untuk meningkatkan status kesehatan dan mencegah
timbulnya penyakit, mempertahankan derajat kesehatan yang sudah ada,
memaksimalkan fungsi dan peran pasien selama sakit, serta membantu pasien
dan keluarga untuk mengatasi masalah kesehatan
*Perbedaan Pendidikan Jasmani dan Olahraga*
*Tujuan*
Pendidikan Jasmani Program yang dikembangkan sebagai sarana untuk membentuk
pertumbuhan dan perkembangan totalitas subjek
olahraga Program yang dikembangkan sebagai sarana untuk mencapai prestasi optimal
*Orientasi*
Penjas Aktivitas jasmaniberorientasi pada kebutuhan pertumbuhan
dan perkembangan subjek
OR Aktivitas jasmani berorientasi pada suatu program latihan
untuk mencapai prestasi optima
*Lamanya perlakuan*
Penjas pertemuan dibatasi oleh alokasi waktu kurikulum
OR latihan olahrag cenderung tidak dibatasi.
*Frekuensi perlakuan*
Penjas dibatasi oleh alokasi waktu
OR frekuensi yang tingg
*Intensitas*
Penjas kemampuan organ-organ tubuh
OR melebihi kemampuan optimal
*Peraturan*
Penjas Tidak memiliki peraturan yang baku
OR Memiliki peraturan permainan yang baku
*2. ELEMEN CAPAIAN PEMBELAJARAN KURIKULUM PROTOTYPE*
Jenis dan bentuk pola gerak dasar terdiri dari
1) *Keterampilan Lokomotor(Locomotor Skills)*. Keterampilan lokomotor
didefinisikan sebagai keterampilan berpindahnya individu dari satu empat ke
tempat yang lain
2. *Keterampilan Non lokomotor (Non Locomotor Skills)*
Gerakan-gerakan yang dilakukan dengan gerakan yang memerlukan
dasar-dasar penyangga yang minimal atau tidak memerlukan penyangga sama
sekali atau gerak tidak berpindah tempat, misalnya gerakan berbelok-belok,
menekuk, mengayun, bergoyang.
3) *Keterampilan Manipulaif (Manipulative Skills)*. Keterampilan manipulatif
didefinisikan sebagai keterampilan yang melibatkan pengendalian atau kontrol
terhadap objek tertentu, terutama dengan menggunakan tangan atau kaki.
misalnya melempar, memukul, menendang.
Menurut Yudha M Saputra (2001), perkembangan gerak dasar anak SD, dibagi
menjadi tiga periode, yaitu:
1) *Fase perkembangan* gerak dasar, usia 2 - 7 tahun;
2) *Fase transisi*, usia 7-10 tahun; dan
3) *Fase spesifikasi* usia 10-13 tahun.
*Berikut pola gerak dasar yang dapat digunakan
sebagai dasar anak belajar renang*:
1. Mengapug
2. menyelam
3. meluncur
4. keselamtan diri di air
*Pola gerakan Renang gaya bebas yang benar dari gerakan
mengayun kaki, mengayuh, koordinasi tangan-kaki, dan pernapasan.*
Pengelompokan komponen kebugaran jasmani seperti yang tersebut dalam
Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan Jasmani yang disusun oleh Wahjoedi (1994),adalah:
(1) Kebugaran yang berhubungan dengan kesehatan (physical fitness related health)
(2) Kebugaran yang berhubungan dengan keterampilan (physical fitness related skill)
*Pada pembagian kesehatan (physical fitness related health)*
- daya tahan jantung dan paru-paru (cardiorespiratory),
- kekuatan (strength),
- daya tahan otot (muscle endurance),
- kelentukan (flexibility)
- komposisi tubuh (body composition)
*Pada bagian keterampilan (physical fitness related skill)*
- kecepatan (speed),
- kelincahan (agility),
- daya ledak (explosive power),
- keseimbangan (balance), dan
- koordinasi (coordination).
*3. LINGKUP DAN URUTAN MATERI PEMBELAJARAN PJOK*
*Lingkup Materi Kebugaran Jasmani*
Kelas 2
Memahami dan mempratikan bergerak secara seimbang, lentur, dan kuat
dalam rangka pengembangan kebugaran jasmani melalui permainan sederhana dan atau tradisional
Kelas 3
Memahami dan mempratikan bergerak secara seimbang, lentur, lincah, dan berdaya tahan dalam rangka
pengembangan kebugaran jasmani melalui permainan sederhana dan atau tradisiona
Kelas 4
Memahami dan mempratikan berbagai bentuk aktivitas kebugaran jasmani melalui berbagai latihan; daya
tahan, kekuatan, kecepatan, dan kelincahan untuk mencapai berat badan ideal
Kelas 5
Memahami dan mempratikan aktivitas latihan daya tahan jantung (cardio respiratory) untuk
pengembangan kebugaran jasmani.
Kelas 6
Memahami dan mempratikan latihan kebugaran jasmani dan pengukuran
tingkat kebugaran jasmani pribadi secara sederhana (contoh: menghitung denyut
nadi, menghitung kemampuan melakukan push up, menghitung kelenturan tungkai
*Lingkup Materi Kesehatan*
Kelas 1
Memahami bagian-bagian tubuh, bagian tubuh yang boleh
dan tidak boleh disentuh orang lain, cara menjaga
kebersihannya, dan kebersihan pakaian
Kelas 2
Memahami cara menjaga kebersihan lingkungan (tempat
tidur, rumah, kelas, lingkungan sekolah, dan lain-lain
Kelas 3
Memahami perlunya memilih makanan bergizi dan jajanan
sehat untuk menjaga kesehatan tubuh
Kelas 4
Memahami jenis cidera dancara penanggulangannya
secara sederhana saat melakukan aktivitas fisik dan
dalam kehidupan sehari-hari
Kelas 5
- Memahami konsep pemeliharaan diri dan orang
lain dari penyakit menular dan tidak menular
- Memahami bahaya merokok, minuman keras, dan narkotika,
zat-zat aditif (NAPZA) dan obat berbahaya lainnya terhadap
kesehatan tubuh
Kelas 6
Memahami perlunya pemeliharaan kebersihan alat reproduksI
*4. ILMU DASAR KEPENJASAN*
1. Penerapan Fisiologi dalam Pembelajaran PJOK
Fisiologi olahraga sangat berperan dalam proses pembelajaran pendidikan
jasmani. Anatomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang struktur yang
menyusun tubuh manusia, mulai dari struktur yang terkecil sampai yang terbesar.
2. Penerapan Biomekanika dalam Pembelajaran PJOK
Biomekanika merupakan salah satu disiplin ilmu yang mempelajari bentuk dan
macam-macam gerakan atas dasar prinsip-prinsip mekanika dan menganalisis
suatu gerakan.
Perkembangan Gerak
- pertumbuhan (growth),
- perkembangan (development),
- kematangan (maturation),
- penuaan (aging)
* Tahap Perkembangan Motorik *
1. *Fase Gerakan Refleksif*
Tahap mengurai Informasi : Masih Janim - 4 bulan
Tahap penerima informasi : 4 bulan - 1 tahun
2. *Fase Gerakan Kasar*
Tahap Hambatan Reflek : Lahir - 1 Tahun
Tahap Pra Awas : 1-2 Tahun
3. *Fase Gerakan Dasar*
Tahap Awal : 2-3 Tahun
Tahap Dasar : 4-5 Tahun
Tahap Dewasa / Matang : 6-7 Tahun
4. *Fase Gerakan Khusus*
Tahap Peralihan : 7-10 Tahun
Tahap Penerapan : 11-13 Tahun
Tahap Pemanfaatan Kehidupan : 14 tahun Keatas
*Hubungan Antara Tahap Perkembangan Gerak dengan Tingkat Pendidikan*
Gerakan Dasar
2-3 tahun tahap pengenalan ( Taman Bermain )
3-5 tahun Tahap dasar ( TK )
6-7 Tahun Tahap Matang ( Kelas 1 dan 2 SD )
Gerakan Spesialisai
7-10 Tahun Tahap Transisi ( Kelas 3 dan 4 SD)
11-13 Tahun Tahap Aplikasi ( Kelas 6 s/d 2 SMP )
14 Tahun Lebih Tahap Pennfaatan ( Kelas 1 SMA )
*5. KONSEP-KONSEP PENTING PJOK DAN KETERKAITANNYA*
1. Hubungan antara Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Olahraga
Tujuan utama PJOK adalah meningkatkan life-long physical activity dan
mendorong perkembangan fisik, psikologis dan sosial peserta didik
2. Hubungan antara Pendidikan Olahraga dan Pendidikan Kesehatan
Rekreasi adalah aktivitas untuk mengisi waktu senggang
3. Hubungan antara Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Kesehatan
Secara umum rumusan fungsi dan tujuan pendidikan nasional tertulis dalam
Undang-Undang RI No. 20 Tahun 2003 Bab 2 Pasal 3. Fungsi: pendidikan nasional
berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa
*6. ANALISIS KI-KD BERDASARKAN KONSEP INTERDISIPLIN DAN MULTIDISIPLIN*
analisis tulang dan sendi (anatomi)
sistem otot saraf (fisiologi)
asas-asas hukum mekanika yang dihubungkan dengan gerakan manusia (mekanika)
a. Fleksi, Ekstensi.
Fleksi adalah memperkecil sudut yang dibentuk oleh sendi pada sumbu
transversal atau bidang sagital. Extensi adalah memperbesar sudut yang dibentuk
(lawan dari gerakan Flexi).
b. Abduksi, Adduksi.
Abduksi gerakan segmen tubuh dalam bidang lateral yang menjauhi garis tengah
tubuh. Adduksi adalah gerakan segmen tubuh ke arah garis tengah tubuh.
c. Rotasi, Elevasi, Depresi.
Rotasi adalah gerakan segmen tubuh yang yang melingkari sumbu longitudinalnya
sendiri. Elevasi adalah apabila bahu terangkat ke atas. Depresi adalah apabila
bahu terdesak ke bawah.
d. Pronasi, Supinasi.
Pronasi dan Supinasi adalah gerakan pada sendi radius-ulna dimana pronasi
adalah gerakan dengan akhir telapak tangan menghadap ke bawah. Sedangkan
supinasi adalah gerakan dengan akhir telapak tangan menghadap ke atas.
e. Eversi, Inversi.
Eversi adalah mengangkat batas luar/ lateral kaki. Inversi adalah mengangkat kaki
ke sebelah medial.
f. Circumduksi.
Circumduksi adalah kombinasi dari flexi, abduksi, adduksi, dan rotasi
*Faktor yang mempengaruhi motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran
Pendidikan Jasmani*:
a. Kesehatan fisik-psikis
b. Lingkungan yang sehat dan menyenangkan
c. Fasilitas lapangan dan alat yang baik untuk latihan
d. Aktivitas fisik yang sesuai dengan bakat dan naluri.
e. Program Pendidikan Jasmani yang menuntut aktivitas.
f. Menggunakan audio-visual.
*Biomekanika* merupakan salah satu disiplin ilmu yang mempelajari bentuk dan
macam-macam gerakan atas dasar prinsip-prinsip mekanika dan menganalisis
suatu gerakan. Ruang lingkup Biomekanika meliputi: developmental
biomechanics, biomechanics of exercise, rehabilitation mechanics, equipment
design dan sport biomechanics (biomekanika olahraga).
*(1). Developmental biomechanics*,
yaitu biomekanika yang secara khusus
mempelajari perubahan pola-pola gerak selama hidup dan orang-orang cacat.
Misalnya: analisis yang dilakukan terhadap orang-orang yang menderita celebral palsy;
*(2). Biomechanics of exercise,*
yaitu biomekanika yang mempelajari usahausaha untuk meningkatkan keuntungan yang diperoleh dari latihan dan
mengurangi kemungkinan terjadinya cedera;
*(3). Rehabilitation mechanics,*
yaitu biomekanika yang mempelajari pola gerak orang-orang yang mengalami cedera;
*(4). Equipment design*,
yaitu biomekanika yang mempelajari desain peralatan yang
digunakan dalam olahraga. Misalnya: desain raket tenis, bulutangkis, sepatu
atletik, bola, pakaian, sepeda balap, peralatan golf, dan lain-lain;
*(5). Sports Biomechanics (Biomekanika Olahraga)*,
yaitu ilmu biomekanika yang digunakan
untuk meningkatkan efisiensi gerak atlet ketika menampilkan cabang olahraga.
Misalnya dengan cara, Analisis Teknik, Identifikasi Cidera Olahraga, dan Evaluasi
Program Latihan.
*7. ILMU PENUNJANG KEPENJASAN*
*sosiologi dan antropologi diantaranya berperan atau berfungsi
sebagai* :
(1) mekanisme peradilan,
(2) wahana inisiasi dan ritus pubertas,
(3) wahana untuk memilih jodoh,
(4) wahana untuk mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan
(5) wahana ritual kepercayaan,
(6) cara menunjukan prestise,
(7)wahana pendidikan, dan sebaginya hingga terus berkembang dalam bentuk yang
bervariasi hingga kin
*Indikator-indikator prosedur mengajar terdiri dari*:
a) metode, media, dan latihan yang sesuai dengan tujuan pengajaran,
b) komunikasi dengan peserta didik,
c) mendemonstrasikan metode mengajar,
d) mendorong dan menggalakan keterlibatan peserta didik dalam pengajaran,
e) mendemonstrasikan penguasaan mata pelajaran dan relevansinya,
f) pengorganisasian ruang, waktu, bahan, dan perlengkapan pengajaran, serta
mengadakan evaluasi belajar mengajar
*8. TEORI BELAJAR GAGNE*
*Sembilan tahap pembelajarannya Gagne yaitu*:
a. Memberikan perhatian (Gain Attention)
b. Memberitahu peserta didik tentang tujuan pembelajaran (Inform Learners of
Objectives
c. Dibangun atas pengetahuan yang telah lalu (Recall of Prior Learning)
d. Menyajikan pembelajaran sebagai rangsangan (Present Material)
e. Memberi panduan belajar (Provide Guided Learning)
f. Menampilkan kinerja (Elicit Performance/Practice)
g. Memberikan umpan balik (Provide Feedback
h. Menilai kinerja (Assess Performance)
i. Meningkatkan retensi/ingatan dan transfer pengetahuan (Enhance Retention
and Transfer)
Level Pengetahuan dari Taxonomy Bloom
*Knowledge*
• Mengamati dan mengingat kembali informasi
• Menjelaskan fakta dan terminologi
• Menyebut tanggal, tempat, dan kejadian
• Menyebut peraturan dan kategori
Kata kunci: menulis secara berturutan, menjelaskan,
mengidentifikasi, menunjukkan, memberi label, menamai
*Comprehension*
• Memahami informasi
• Mendapatkan makna dari sebuah informasi
• Menginterpretasikan fakta
• Membandingkan dan menunjukkan perbedaan makna
suatu informasi
• Menerjemahkan informasi dengan caranya sendiri
• Memprediksikan hasil dan/atau konskuensi dari suatu
sebab
Kata kunci: menyimpulkan, menginterpretasikan,
membandingkan, memprediksikan, mengestimasi,
mendiskusikan, menunjukkan perbedaan
*Application*
• Menggunakan informasi untuk berbagai situasi yang
berbeda
• Menerapkan metode, konsep, dan prinsip pada situasi
yang baru
• Menyelesaikan permasalahan dengan informasi yang
telah dipelajari
Kata kunci: menerapkan, mendemonstrasikan, melengkapi,
memberi ilustrasi, melakukan penyesuaian, menguji,
memecahkan
*Analysis*
• Mengeruai dari keseluruhan ke bagian bagian
• Mencermati pola
• Mencermati pembentukan bagian bagian menjadi
keseluruhan
• Menemukan makna dan hubungannya
Kata kunci: menganalisis, menjelaskan secara rinci,
membandingkan, menaksir nilai, menghubungkan gagasan
*Syntesis*
• Membentuk gagasan baru berdasarkan informasi yang
telah dipelajari
• Mengeneralisir dari berbagai fakta yang disajikan
• Menghubungkan informasi dengan cara yang berbed
Kata kunci: mengintegrasikan, merencanakan, membuat,
merancang, memformulasikan, menginventarisir, memikirkan
hal baru
*Evaluation*
• Membandingkan dan menemukan perbedaan antara
gagasan dan informasi
• Mengukur sebuah nilai
• Mengenali bahan pembicaraan
Kata kunci: mengukur, mengevaluasi, menguji, memutuskan,
memeringkat, menjelaskan perbedaan, membuat kesimpulan
akhir
*9. TUJUAN PEMBELAJARAN*
tujuan pembelajaran
adalah arah atau sasaran yang hendak dituju oleh proses pembelajaran
Tujuan utama berkaitan dengan aspek psikomotor atau fisik, yaitu keterampilan
gerak dan unsur-unsur fisik (kecepatan, kekuatan, daya tahan, kelincahan dan
unsur fisik lainya
Dua tujuan pembelajaran yang dapat dirumuskan, yaitu :
(1) tujuan utama (main effect); dan
(2) tujuan penyerta (nurturant effect).
tujuan pembelajaran
harus mengandung unsur-unsur yang disebut sebagai ABCD.
❖ A: Audience artinya SIAPA yang menjadi sasaran dari pembelajaran kita.
Audience bisa siapa saja peserta pembelajaran, misalnya: peserta pelatihan,
santri, mahapeserta didik. Dalam hal ini, audience kita adalah peserta didik.
❖ B: Behaviour adalah PERILAKU apa yang kita harapkan dapat ditunjukkan
oleh peserta didik setelah mengikuti pembelajaran. Perilaku ini dirumuskan
dengan kata kerja yang kita tuliskan setelah frase pendahuluan (peserta didik
dapat…). Perilaku menggambarkan ranah dari pembelajaran. Oleh sebab itu
posisinya penting dalam merumuskan tujuan pembelajaran Contoh perilaku
ini adalah: menendang bola (psikomotor), memahami peraturan pertandingan
basket (kognitif), menunjukkan dukungan (afektif).
❖ C: Condition merupakan KONDISI dimana perilaku (behavior) tersebut
ditunjukkan oleh peserta didik. Misalnya, secara berpasangan dengan
temannya, dalam permainan 3 on 3, menghindari rintangan kayu.
❖ D: Degree adalah KRITERIA atau tingkat penampilan seperti apa yang kita
harapkan dari peserta didik. Contohnya: 90% akurat, sebanyak 3 kali, 8 kali
berhasil dari 10 kesempatan melakukan
1. Psikomotor.
Peserta didik dapat menggiring bola basket dengan cara zigzag
2. Kognitif.
Peserta didik dapat menganalisis setidaknya 3 tanda-tanda (cues) yang benar
dalam servis bulutangkis.
3. Afektif.
Ketika berpasangan dengan peserta didik yang keterampilannya lebih rendah,
peserta didik dapat menunjukkan empati ketika mengumpan dengan arah dan
kecepatan yang sesuai untuk bisa diterima pasangannya tanpa mengalami
kesulitan
*10. MODEL PEMBELAJARAN AKTIF*
guru dan peserta didik dapat saling tawar menawar dalam
memperoleh kesempatan dalam perihal perencanaan, pelaksanaan, dan dalam
penilaian pelaksanaannya. Atau dalam istilah yang di pakainya, Mosston
menyebutnya setting pre-impact, impact, dan post-impact.
*Berikut gaya mengajar Muska Mosston*:
a. Gaya A Komando (Command Style)
Semua keputusan dikontrol guru peserta didik hanya melakukan apa yang
diperintahkan guru. Satu aba-aba, satu respons peserta didik.
b. Gaya B Latihan (Practice Style)
Guru memberikan beberapa tugas, peserta didik menentukan di mana, kapan,
bagaimana, dan tugas mana yang akan dilakukan pertama kali. Guru memberi
umpan balik
c. Gaya C Berbalasan (Reciprocal Style)
Satu peserta didik menjadi pelaku, satu peserta didik lain menjadi pengamat
dan memberikan umpan balik. Setelah itu, bergantian.
d. Gaya D Menilai diri sendiri (Self Check Style)
peserta didik diberi petunjuk untuk bisa menilai penampilan dirinya sendiri.
Pada saat latihan, peserta didik berusaha menentukan kekurangan dirinya
dan mencoba memperbaikinya.
e. Gaya E Partisipatif atau Inklusif (Inclusion Style)
Guru menentukan tugas pembelajaran yang memiliki target atau kriteria yang
berbeda tingkat kesulitannya, dan peserta didik diberi keleluasaan untuk
menentukan tingkat tugas mana yang sesuai dengan kemampuannya.
Dengan begitu, setiap peserta didik akan merasa berhasil, dan tidak ada yang
merasa tidak mampu.
f. Gaya F Penemuan Terbimbing (Guided Discovery)
Guru membimbing peserta didik ke arah jawaban yang benar melalui
serangkaian tugas atau permasalahan yang dirancang guru. Guru setiap kali
meluruskan atau memberikan petunjuk untuk mengarahkan peserta didik
pada penemuan itu.
g. Gaya G Pemecahan Masalah (Problem Solving)
Guru menyediakan satu tugas atau permasalahan yang akan mengarahkan
peserta didik pada jawaban yang bisa diterima untuk memecahkan masalah
itu. Oleh karena itu, jawaban atau pemecahan yang diajukan peserta didik
bisa bersifat jamak.
h. Gaya H, I, J Program yang dirancang peserta didik /inisiatif peserta didik
/pengajarandiri sendiri (Learner designed program/learner initiated/selfteaching). Peserta didik mulai mengambil tanggung jawab untuk apa pun yang
akan dipelajari serta bagaimana hal itu akan dipelajari
*11. KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS*
Elemen dasar tahapan keterampilan berpikir kritis, FRISCO
F Focus Mengidentifikasi masalah dengan baik
R *Reason*
Alasan-alasan yang diberikan bersifat logis atau tidak untuk
disimpulkan seperti yang telah ditentukan dalam
permasalahan
I *Inference*
Jika alasan yang dikembangkan adalah tepat, maka alasan
tersebut harus cukup sampai pada kesimpulan yang
sebenarnya
S *Situation* Membandingkan dengan situasi yang sebenarnya
C *Clarity*
Harus ada kejelasan istilah maupun penjelasan yang
digunakan pada argument sehingga tidak terjadi kesalahan
dalam mengambil kesimpulan
O *Overview* Pengecekan terhadap sesuatu yang telah ditemukan,
diputuskan, diperhatikan, dipelajari, dan disimpulkan
Problem Solving = proses pembelajaran siswa untuk pemecahan masalah
*12. MATERI KONSEP DAN PRINSIP ASSESSMENT, TEKNIK PENILAIAN BERBASIS KELAS, DAN UMPAN BALIK*
*KKM dirumuskan dengan memperhatikan tiga aspek*:
(1) karakteristik peserta didik (intake),
(2) karakteristik mata pelajaran (kompleksitas materi/kompetensi), dan
(3) kondisi satuan pendidikan (daya dukung) pada proses pencapaian kompetensi.
Penilaian seharusnya dilaksanakan melalui tiga pendekatan, yaitu:
assessment of learning (penilaian akhir pembelajaran),
assessment for learning (penilaian untuk pembelajaran), dan
assessment as learning (penilaian sebagai pembelajaran )
*Penilaian* adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur
pencapaian hasil belajar peserta didik
*Assessment of learning* merupakan penilaian yang dilaksanakan setelah proses
pembelajaran selesai.misalnya Ujian
Nasional, ujian sekolah/madrasah, dan berbagai bentuk penilaian sumatif
*Assessment for learning* dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung dan
biasanya digunakan sebagai dasar untuk melakukan perbaikan proses belajar
mengajar. misalnya tugas, presentasi, proyek, termasuk kuis
*Assessment as learning* memiliki fungsi yang mirip dengan assessment for
learning, yaitu berfungsi sebagai formatif dan dilaksanakan selama proses
pembelajaran berlangsung. Perbedaannya, assessment as learning melibatkan
peserta didik secara aktif dalam kegiatan penilaian tersebut.
Peserta didik diberi pengalaman untuk belajar menjadi penilai bagi dirinya sendiri.
Penilaian diri (self assessment) dan penilaian antar teman merupakan contoh
assessment as learning.
Penelitian tindakan (action research) dikembangkan dengan tujuan untuk mencari
penyelesaian terhadap problema sosial (termasuk pendidikan)
Semoga sukses....
Sabtu, 07 Agustus 2021
BOLA BASKET
MATERI PJJ PJOK SMP N 4 BREBES
Assalamu alaikum Wr. Wb.
(Halaman 22 - 30)
Pengertian Bola Basket – Permainan bola basket adalah olahraga paling populer di Amerika Serikat, dengan NBA sebagai liga utamanya, olahraga ini mengalahkan kepopuleran sepak bola di negeri paman sam tersebut.
Induk olahraga bola basket dunia bernama Fédération Internationale de Basketball (FIBA), sedangkan induk olahraga di Indonesia bernama Perbasi (Persatuan bola basket seluruh Indonesia). Olahraga ini sering dipertandingkan resmi mulai dari PON sampai olimpiade
Nah, untuk mengetahui lebih jauh tentang bola basket, di artikel ini kita akan membahasnya, mulai dari apa itu definisi bola basket, sejarah, peraturan permainan, ukuran lapangan sampai dengan teknik teknik dasarnya.
Pengertian Bola Basket adalah olahraga yang dilakukan secara berkelompok dan dimainkan oleh dua tim yang berlawanan. Masing-masing tim memiliki 5 orang anggota. Setiap tim harus berusaha mencetak poin sebanyak-banyaknya dengan cara memasukkan bola ke dalam ring lawan.
Standar internasional permainan bola basket adalah 4 babak, waktu setiap babaknya adalah 10 menit (4×10 menit), dengan jeda waktu istirahat 10 menit. Tapi khusus untuk NBA berbeda, mereka menggunakan format 12 menit per setiap babaknya (4×12 menit).
Aturan permainan di Indonesia sendiri, tentu saja mengikuti standar 4 x 10 menit.
Sejarah Bola Basket
Basket adalah permainan yang diciptakan oleh seorang guru olahraga bernama James Naismith di sekitar tahun 1891. Saat itu, James ingin membuat sebuah permainan yang bisa dimainkan oleh muridnya dalam ruangan tertutup selama musim dingin.
James terinspirasi dari permainan masa kecilnya dan mulai menciptakan olahraga basket. Basket ciptaan James tentunya jauh berbeda dari yang sekarang. Saat itu, James hanya membuat beberapa aturan dasar agar bisa diterima oleh banyak orang.
Beberapa aturan yang diterapkan saat itu adalah setiap tim terdiri dari sembilan orang dan tidak adanya teknik dribble. Jadi, saat itu penggiringan hanya dilakukan dengan cara melempar bola.
Seiring dengan berjalannya waktu, pemainan ini terus berkembang dan mulai dinamakan sebagai basketball. Permainan ini pun menyebar di Amerika dan terus berkembang pesat sampai sekarang.
Untuk di wilayah Asia, Cina termasuk salah satu negara pertama yang mulai mengenal olahraga basket selain Jepang dan Filipina. Pada tahun 1920-an, orang-orang Cina merantau ke Indonesia dan secara tak langsung ikut memperkenalkan olahraga basket.
Pada tahun 1930-an, perkumpulan-perkumpulan basket mulai bermunculan di berbagai kota di Indonesia, mulai dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Medan. Basket kemudian semakin berkembang pesat setelah Indonesia merdeka di tahun 1945.
Peraturan Bola Basket
Peraturan dalam basket bisa meliputi banyak hal, mulai dari jumlah pemain, durasi waktu pertandingan, hingga hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran. Untuk lebih jelasnya, simak pembahasannya di bawah ini.
1. Pemain
Setiap tim terdiri dari 5 orang pemain dan beberapa cadangan. Tim biasanya dibagi menjadi tiga, yaitu pemain depan, tengah, dan belakang. Pemain depan bertugas untuk menyerang sekaligus menghalangi tim lawan menerobos pertahanan.
Pemain tengah bertugas untuk memberikan umpan dan menghalau serangan lawan. Sedangkan, pemain belakang punya tugas utama melakukan pertahanan sambil sesekali memberikan umpan kepada teman satu timnya.
2. Skor dan Durasi Pertandingan
Durasi permainan bola basket menurut Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) adalah 4×10 menit, sedangkan aturan National Basketball Association (NBA) adalah 4×12 menit. Tiap pergantian babak, ada jeda waktu istirahat selama 10 menit.
Dalam kurun waktu tersebut, tim harus berlomba-lomba mencetak poin sebanyak mungkin. Pemenang dari pertandingan adalah tim yang bisa mendapatkan skor lebih tinggi di akhir permainan.
3. Aturan Waktu Membawa Bola
Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) mengeluarkan beberapa aturan tentang waktu penguasaan bola.
a). Peraturan 3 Detik
Saat tim sedang menguasai bola, pemain hanya boleh berada di dalam area terlarang lawan selama 3 detik. Bila lebih dari 3 detik akan dianggap sebagai pelanggaran.
b).Peraturan 8 Detik
Pemain boleh mempertahankan bola di daerah timnya sendiri, tetapi dibatasi waktu selama 8 detik. Jika bola masih berada di daerah pertahanan tim setelah lewat waktu 8 detik, hal ini dianggap sebagai pelanggaran.
c). Peraturan 24 Detik
Pemain boleh melakukan serangan hanya dalam waktu 24 detik sebelum bola menyentuh ring. Bila penyerangan dilakukan lebih dari waktu yang ditentukan, tim akan dinyatakan melakukan pelanggaran.
4. Aturan Main Lainnya
Pemain boleh melemparkan bola dengan teknik apa saja, tetapi dilarang memukul dengan cara meninju.
Pemain dilarang berlari sambil membawa/memegang bola. Pemain harus menggiring bola dengan cara men-dribble.
Pemain dilarang melakukan double dribble. Jadi, setelah menggiring dan berhenti di satu titik (bola sudah ditangkap/dipegang dengan kedua tangan), pemain dilarang kembali melakukan dribble.
Toleransi jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh setiap pemain adalah empat kali. Saat melakukan pelanggaran yang kelima, pemain bisa didiskualifikasi.
Ukuran Lapangan Bola Basket
Ada banyak unsur dalam lapangan bola basket yang harus diketahui oleh semua pemain. Unsur-unsur tersebut meliputi garis lapangan, ring basket, dan papan pantul.
Ukuran Lapangan Bola Basket
Panjang : 28 meter
Lebar : 15 meter
Diameter lingkaran tengah : 3,6 meter
Jarak garis tiga poin ke ring : 6,75 meter
Jarak garis busur ring basket : 1,25 meter.
Ukuran Ring dan Tiangnya:
Tinggi ring : 3,05 meter
Diameter ring : 45cm
Jarak tiang ring ke endline : 1 meter
Panjang papan pantul : 1,8×1,05 meter
Ukuran kotak tengah papan pantul : 59x45cm
Jarak papan pantul ke endline : 1,2 meter
Teknik Dasar Bola Basket
Seorang pemain harus benar-benar menguasai teknik dasar permainan basket agar bisa berlaga di sebuah turnamen. Teknik dasar basket meliputi cara memegang bola, dribble, passing, pivot, shooting, rebound, dan slam dunk.
1. Teknik Dasar Memegang Bola
Dalam olahraga basket, memegang bola bukanlah sesuatu yang sepele. Cara memegang yang benar akan membuat Anda lebih bisa mengendalikan bola. Bola juga tidak akan mudah lepas, sehingga Anda bisa bermain dengan lebih baik.
Cara memegang yang benar adalah kedua tangan diletakkan di samping kanan dan kiri bola. Jari-jari tangan harus dibuka lebar atau merenggang sehingga bola tidak gampang terlepas. Teknik ini sangat berguna ketika pemain harus menangkap bola yang dioper oleh rekannya.
2. Teknik Mengoper/Melempar Bola (Passing)
Pemain harus bisa menguasai teknik melempar agar bisa memberikan umpan bola kepada teman satu timnya. Ada beberapa teknik mengoper yang wajib Anda ketahui, mulai dari chest pass hingga melempar bola seperti pemain baseball.
Macam-macam passing sebagai berikut.
a. Operan Dada (Chest Pass)
Chest pass sering dilakukan untuk memberikan operan lurus pada teman satu tim. Pemain memegang bola dengan kedua tangan. Siku tangan ditekuk sehingga bola berada tepat di depan dada. Saat sudah siap, pemain harus segera melemparkan bole ke arah yang dinginkan.
b. Operan di Atas Kepala (Overhead Pass)
Operan ini dilakukan dengan posisi bola berada di atas kepala lalu melemparkannya secara lurus atau melengkung. Teknik ini berguna untuk mengoper jarak jauh, terutama ketika Anda sedang terdesak dan harus melempar bola melewati pertahanan tim lawan.
Cara melakukan teknik ini adalah dengan memegang bola memakai kedua tangan. Tangan diangkat sampai bola berada di atas kepala, setelah itu baru lakukan lemparan menuju target yang diinginkan.
c. Operan Memantul (Bounce Pass)
Teknik ini berguna untuk mengoper bola jarak pendek dan bisa mengecoh lawan. Caranya, pemain memantulkan bola ke bawah (lantai) dan mengarah ke teman satu timnya. Bola yang memantul tersebut nanti bisa langsung ditangkap oleh pemain lain.
Bounce pass tidak hanya untuk mengoper bola, tetapi juga berguna menghindari hadangan dari tim lawan. Akan tetapi, operan seperti ini harus dilakukan dengan cepat dan arah yang tepat agar tidak bisa direbut oleh tim lawan.
d. Operan Baseball (Baseball Pass)
Sesuai namanya, cara melakukan operan ini mirip seperti pemain baseball saat melempar bola, yaitu dilakukan hanya dengan satu tangan. Baseball pass biasanya dilakukan untuk mengelabui lawan dengan pura-pura akan menembak, tetapi ternyata hanya mengoper bola.
3. Teknik Menggiring Bola (Dribble)
Dribble dalam permainan basket adalah memantulkan bola ke lantai berkali-kali sambil terus berjalan/berlari menuju ring lawan. Dribble bisa dilakukan dengan satu atau dua tangan. Teknik dribble ada dua jenis, yaitu sebagai berikut,
a. Dribble Tinggi
Teknik ini biasanya dilakukan ketika pemain dalam keadaan bebas atau tidak dihadang tim lawan. Pemain melakukan teknik dribble ini sambil berlari atau berjalan cepat dengan tujuan menerobos pertahanan lawan.
b. Dribble Rendah
Teknik dribble rendah berguna untuk mempertahankan bola agar tidak direbut oleh tim lawan. Pemain yang sedang terhimpit atau berhadapan langsung dengan tim lawan sering melakukan teknik ini untuk menjaga bolanya.
4. Teknik Pivot
Teknik pivot sangat berguna untuk mengecoh lawan. Cara melakukan teknik ini adalah dengan menggerakkan/memutar badan sambil bertumpu pada salah satu kaki. Sambil bergerak, pemain harus terus menjaga bola agar tidak direbut oleh tim lawan.
5. Teknik Menembak Bola (Shooting)
Teknik menembak berguna untuk memasukkan bola ke dalam ring demi mencetak poin. Cara melakukan shooting pun bermacam-macam, mulai dari set shoot hingga teknik slam dunk.
a. Set Shoot
Pemain berdiri diam di satu tempat lalu menembakkan bola ke arah ring, bisa dengan satu atau dua tangan. Teknik ini biasanya dilakukan oleh pemain yang sedang terhimpit atau dihadang oleh lawan.
b. Jump Shoot
Pemain menembakkan bola dengan cara melompat. Lompatan yang dilakukan pun harus cukup tinggi agar bola bisa lebih mudah mengenai sasaran.
c. Lay Up
Lay up merupakan teknik yang menggabungkan tiga gerakan sekaligus, yaitu lari, lompat, dan menembakkan bola. Setelah men-dribble, pemain melangkah lebar sebanyak dua kali ke arah ring, kemudian melompat sambil melambungkan bola agar masuk ke keranjang.
d. Slam Dunk
Slam dunk merupakan teknik menembakkan bola dengan cara melompat ke udara. Pemain harus mampu melompat setinggi mungkin dan memasukkan bola secara langsung ke dalam keranjang. Jadi, bola tidak sekadar dilempar atau dilambungkan ke arah ring.
6. Teknik Rebound
Teknik ini berguna untuk merebut bola yang gagal masuk ke dalam ring, baik yang ditembakkan oleh teman maupun tim lawan. Jika teman satu tim gagal shooting, maka teknik ini berguna untuk memasukkan bola kembali ke dalam ring.
Jika yang gagal melakukan shooting adalah tim lawan, maka teknik rebound berguna untuk mencegah pihak musuh berusaha memasukkan bola itu kembali. Itulah mengapa rebound sangat penting dan bisa menjadi salah satu penentu kemenangan.
Demikian pembahasan tentang bola basket, mulai dari pengertiannya, sejarah, teknik dasar, hingga ukuran lapangannya. Semoga artikel kali ini bisa bermanfaat.
Di buku paket materi Bola Basket bisa di baca pada halaman 22 sampai dengan 30.
Jangan lupa tetep patuhi protokol kesehatan...
3 M
Memakai masker 😷
Mencuci tangan 🚿👏
Menjaga jarak 🧍..🧍
Dalam kesempatan kali ini di semester Gasal kelas 9, proses KBM PJOK masih PJJ seperti tahun kemarin, pak edy berharap tetep sabar menunggu waktunya untuk tatatp muka.
Tentunya yg terbaik yang kita harapkan. Okkk
Jika sdh menyimak pesan dan membaca materi silahkan absensi di grup kelas PJOK kelas 9 (sesuai grup PJOK kelas masing- masing)
Dengan format
🏀Nama :
🏀No. Absen :
🏀Kelas :
Tetep semangat 💪💪💪
Salam Olahraga 💃🕺
Waasalamu Alaikum Wr. Wb.
Brebes, Agustus 2021
Guru mapel PJOK
Ttd
Edy suwarko